DAERAHKAMPARRIAU

Debu Proyek Jalan Masuk ke Rumah Warga, PPK Diminta Jangan Hanya Duduk di Kantor

×

Debu Proyek Jalan Masuk ke Rumah Warga, PPK Diminta Jangan Hanya Duduk di Kantor

Sebarkan artikel ini

Lipat Kain Selatan – Pelaksanaan proyek peningkatan jalan yang diduga dikerjakan oleh PT RMB di depan SPBU Desa Lipat Kain Selatan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, menuai keluhan dari masyarakat. Warga mengaku resah karena debu tebal yang ditimbulkan dari aktivitas proyek diduga telah masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut debu terlihat menyelimuti badan jalan saat kendaraan melintas. Kondisi tersebut diperparah karena lokasi proyek berada tepat di depan SPBU yang setiap hari ramai dilalui kendaraan besar.

Selain kendaraan proyek, antrean panjang truk diduga pelansir BBM tampak hampir setiap hari sejak pagi hari di area SPBU. Tingginya aktivitas kendaraan yang keluar-masuk SPBU membuat debu dari badan jalan yang sedang dikerjakan terus beterbangan dan menyelimuti kawasan sekitar.

Warga menilai kombinasi antara aktivitas proyek jalan dan padatnya antrean kendaraan di SPBU menyebabkan kondisi semakin parah. Debu tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.

Tak hanya mengeluhkan debu, masyarakat juga mempertanyakan tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, padahal proyek disebut telah dimulai sejak 2 Mei 2026.

Buyung,  salah seorang warga setempat meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan dan turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“PPK harus aktif dan bertanggung jawab dengan tugasnya. Jangan hanya duduk di kantor, menerima laporan lalu mempercayakan begitu saja pelaksanaan pekerjaan kepada kontraktor. Turun ke lokasi dan lihat sendiri kondisi masyarakat yang terdampak debu,” tegas Buyung.

Menurutnya, masyarakat mendukung pembangunan jalan karena akan memberikan manfaat bagi daerah. Namun pelaksanaan pekerjaan juga harus memperhatikan kenyamanan warga, keselamatan pengguna jalan, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Baca Juga  Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android

Muhammad Arsyad, aktivis Riau, meminta Dinas PUPR  dan PPK segera turun ke lapangan menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Jangan abaikan keluhan warga. Jika debu proyek sudah masuk ke rumah-rumah warga, kontraktor dan pengawas harus segera bertindak. Apalagi lokasi proyek berada di depan SPBU yang setiap hari dipadati kendaraan besar dan antrean panjang diduga pelansir BBM, sehingga kondisi debu semakin parah,” tegas Arsyad.

Ia juga meminta pihak pelaksana segera memasang papan informasi proyek sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

“Pembangunan harus bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga wajib transparan dan memperhatikan dampak lingkungan di sekitar proyek,” pungkasnya

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor yang disebut-sebut sebagai pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.

Tim Redaksi